Showing posts with label Pendidikan Kewirausahaan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Kewirausahaan. Show all posts

Saturday, May 20, 2017

Bagaimana Memilih Usaha yang Tepat Untuk Bisnis Anda

Bagaimana Memilih Usaha yang Tepat Untuk Bisnis Anda


Service Komputer.jpg
Sebuah usaha yang tepat  bagi anda yang saat ini sedang membuka usaha atau memulai karir dalam sebuah bisnis. Pada artikel sebelumnya saya pernah menginformasikan pada anda tentang Tips bagaimana membangun produktivitas pribadi artinya bahwa dengan memiliki kepribadian yang produktf kita akan lebih mudah dan memahami seperti apa kepribadian kita untuk menentukan masa depan. Hal yang sama pun saya informasikan kepada anda bagaimana memilih

Hobby.
Sebagai seorang yang bergelut dalam bidang tulis menulis saya memiliki hobby untuk menulis tentang banyak artikel mulai dari pendidikan, komputer ,kebudayaan, tips blog dan website serta artikel yang lainnya. Selain sebagai tambahan informasi ada juga hal penting lainnya yang menjadi alasan mengapa saya melakukan hal ini, alasannya jelas karena saya memiliki hobby untuk menulis dan juga dapat memberi manfaat bagi pembaca dengan dengan informasi yang beragam sehingga merekapun merasa senang dengan tulisan saya. 
Saya mengibaratkan hobby sama artinya dengan minat sehingga diartikan sebagai sebuah kesukaan dan kesenangan kita terhadap kegiatan tertentu. Saya pernah membaca sebuah buku tentang kewirausahaan yang dibuat oleh Alvin Toffler. Disitu dia menjelaskan bahwa dengan menjadikan hobby menjadi sebuah bisnis hidup anda akan sukses. Menjadikan hobby atau kesukaan dapat kita jadikan sebuah bisnis yang bermanfaat bagi perkembangan usaha memang patut dijadikan sebuah alasan kenapa kita membuka usaha tersebut. Pasti anda bertanya bukankah hobby itu suatu waktu bisa berubah? Memang benar bahwa hobby sesekali dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman hidup anda, namun jika kita menyadari bahwa sebuah usaha bisnis tidak akan mencapai kesuksesan tanpa didasari oleh sebuah hobby yang benar-benar melakat dalam diri anda. Sehingga sangat diharapkan bahwa hobby merupakan salahsatu alasan mengapa kita membangun sebuah usaha.

Bakat
Dalam sebuah teori pernah membahas tentang bakat dimana bakat ini merupakan salahsatu alasan yang sangat tepat mengapa anda memilih sebuah usaha agar nantinya usaha yang dijalankan tidak  sia-sia. Disitu dijelaskan bahwa kesuksesan hidup seseorang ditentukan oleh 75% dari gen orangtua kita. Saya meyakini teori ini seperti Albert Einstein sang penemu ilmu fisika yang Ayahnya adalah seorang ahli elektrokimia, namun saya berbendapat lain tentang hal ini bahwa bakat bisa digali atau anda temukan yang salahsatunya adalah dengan membaca banyak buku dari semua literature. Seperti pada penjelasan saya sebelumnya bahwa pengalaman dan pertambahan usia dapat mempengaruhi hobby seseorang untuk memilih usaha yang tepat, hal inipun berlaku ketika bakat juga turut berperan untuk memilih usaha yang tepat. Sebagai contoh ; dulu waktu masih sekolah saya dan anda memiliki keinginan yang berubah-ubah terhadap kegiatan tertentu termasuk berganti pacar, namun saat kita dewasa kita memiliki bakat yang menjadi fokus dari sebuah usaha. Sebagai contoh berikut saya coba paparkan hobi dapat dijadikan sebuah referensi  bagi anda yang ingin membuka usaha :




No
Hobby dan Bakat
Jenis Usaha
1
Menulis
·         Pembuat / Pengarang  buku,
·         Menulis Artikel,
·         Membuat blog atau website,
·         Penulis Cerpen
·         Penulis Online,
·         Usaha jasa penulis
2
Memasak
·         Membuka usaha Kuliner
·         Restoran
·         Warung.
·         Pedagang makanan Keliling
3
Komputer
·         Service komputer
·         Jual spare part komputer
·         Usaha warnet
·         Usaha kursus dan privat komputer
4
Design Grafis
·         Usaha percetakan foto
·         Usaha design undangan
·         Usaha design spanduk dan logo
5
Olahraga
·         Usaha lapangan baseball
·          
6
Otomotif/Mesin
·         Usaha Bengkel
·         Usaha jual sparepart mesin
·         Sopir

Sunday, April 30, 2017

Sarjana dan Dunia Kerja

Sarjana dan Dunia Kerja

Info SARJANA DAN DUNIA KERJA.

Sarjana.jpg
Ada semacam dilemma antara dunia kerja dan Sarjana pada pendidikan di perguruan tinggi, yaitu antara memenuhi permintaan pasar atau bertahan dalam proses pendidikan tinggi yang ideal. Perguruan tinggi sekarang mempunyai paradigma sebagai unit bisnis yang hanya menghasilkan keuntungan dari kaum terdidik atau calon sarjana. Maka orientasinya adalah menghasilkan keuntungan dalam artian jumlah mahasiswa harus banyak. Mereka berbuat demikian karena dituntut bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya”. 

Berikut ada beberapa faktor yang menyebabkan sarjana sulit untuk mendapatkan pekerjaan artinya bahwa Dunia Kerja pada saat sekarang ini sudah mampu lagi untuk menerima karyawan yang mana setiap tahunnya menghasilkan lulusan sarjana atau fresh graduate
 
Sarjana Enggan Berwirausaha
Adanya kecenderungan para lulusan kita pada saat ini adalah dengan mencari pekerjaan ketika telah menamatkan studi diperguruan tinggi. Hal ini diakibatkan karena sistem pendidikan pada saat ini masih menerapkan pola pikir Abstrak artinya Sesuatu yang dilihat tidak mengacu kepada obyek atau peristiwa khusus sehingga pengangguran merupakan masalah utama yang dihadapi saat ini ketika jaman menuntut sebuah perubahan cakrawala berpikir sarjana kita saat ini. Situasi ini tidak bisa dijadikan suatu masalah untuk diperdebatkan, namun satu hal yang harus kita pikirkan saat ini bahwa Pendidikan Tinggi atau Universitas harus bisa melihat serta membaca setiap peluang ketika tuntutan jaman yang semakin hari membuat perubahan serta temuan baru diberbagai bidang. Keengganan tamatan pendidikan tinggi jaman sekarang adalah munculnya rasa "gengsi" pada diri sendiri untuk berwirausaha/berwiraswasta padahal dijaman yang serba modern sekarang perasaan gengsi terhadap pekerjaan tersebut merupakan kesia-siaan belaka. Saya sendiri merupakan alumnus pada salah satu pendidikan tinggi di Indonesia. Seiring berjalannya waktu saya sudah seringkali membawa lamaran pada setiap perusaan atau instansi namun tak kunjung di terima. Rasa stress dan kecewapun mulai muncul dalam benak saya dan berpikir apakah saya tidak pantas untuk menjadi seorang karyawan pada sebuah perusahaan? Tak berhenti di situ saya pun berdiskusi dengan beberapa teman ternyata mereka memiliki masalah yang sama yaitu susahnya diterima untuk menjadi karyawan pada instansi dan perusahaan yang dilamar. Akhirnya dengan rasa keputusasaan yang semakin berkepanjangan saya mencoba untuk membuka usaha yang kebetulan menjadi hobi saya yaitu : Menulis artikel pada blog,membuat website,service komputer dan laptop dan alhasil hingga sekarang usaha yang saya jalani cukup berkembang sehingga tidak ada kata untuk terlambat memulai.Prinsip dari sebuah kesuksesan adalah bagaimana mengubah hobi anda menjadi uang dan sukses. 

Abstraksi menyajikan secara simbolis atau secara konseptual

Pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa 

" SEKOLAH TIDAK PERNAH MENGAJARKAN BAGAIMANA CARA BERPIKIR "

namun...........

" SEKOLAH HANYA MENGAJARKAN APA YANG DIPIKIRKAN "

Para pendidik tidak pernah membuat cara berpikir calon sarjana (kaum intelektual) berubah ketika membahas satu persoalan, namun yang dilakukan hanyalah dengan memberikan kritikan serta sanggahan terhadap setiap jawaban dari cara mengatasi persoalan yang ada. Untuk hal ini salahsatu tawaran yang dilakukan adalah dengan memberdayakan mahasiswa dengan penambahan pengetahuan dalam bentuk matakuliah yakni Mata kuliah tentang Kewirausahaan. Dunia kerja pada jaman sekarang menuntut kita untuk bisa berpikir kreatif serta bagaimana mengatasi persoalan ketika kita dituntut untuk mengatasi persoalan tersebut. 
Adanya pengetahuan tentang kewirausahaan ini merupakan jawaban atas persoalan tersebut. Disini akan kita dapatkan

baca juga : Pendidikan Tinggi Berbasis Perubahan


Pertanyaannya...?????

Apakah Mata Kuliah Kewirausahaan dapat mengubah Sumber Daya Manusia Indonesia (khususnya kaum intelektual) sehingga dapat hidup mandiri dan sukses? 

lalu,bagaimana kita mengubah cara berpikir kita tentang dunia kerja
Semoga tulisan ini dapat membantu kita yang hingga saat ini masih terus mencari pekerjaan serta dapat berubah untuk menjadi wirausahawan sukses.


Saturday, April 29, 2017

Mata Kuliah Kewirausahaan atau Entrepreneur

Mata Kuliah Kewirausahaan atau Entrepreneur

Saya rasa anda dan saya memiliki kesepakatan dan pemahaman yang sama bahwa negara yang kuat adalah negara yang memiliki standar ekonomi di atas rata-rata artinya kehidupan masyarakat dengan standar ekonomi yang layak dan serta mandiri. Kembali pada judul tulisan ini“ MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN/ENTREPRENEUR” lalu hubungannya dengan Pendidikan Tinggi sehingga berimbas pada mutu output. Menurut catatan Gross Domestic Product (GDP) perekonomian Indonesia ditahun 2014 berada pada tingkat ke 10 besar (2,3%) atau naik 6 peringkat dibandingkan tahun lalu. Posisi ini ditempati setelah Negara Inggris atau setara dengan negara Italia dalam skala presentase.Hal ini tentu membuat kita bangga karena Negara kita mampu menunjukkan kepada dunia dengan mengalami peningkatan secara ekonomi walaupun situasi perekonomian di Indonesia saat ini tengah mengalami banyak tantangan. Pertanyaanya siapa yang berperan untuk mempertahankan perekonomian yang sudah mengalami peningkatan? Sebagaipenulis, fokus dengan adanya tulisan ini ditujukan kepada calon pemimpin di masadepan yang masihberada di PerguruanTinggi.

PeranPendidikanTinggi
Lalu apa peran Perguruan Tinggi? Perguruan Tinggi sebagai tempat untuk membentuk dan mencetak karakter calon pemimpin dimasa depan pasti memiliki idealism tersendiri,salahsatunya adalah dengan menjadikan outputnya sukses sebagai pengusaha atau entrepreneur. Berkacamata dari banyaknya pengusaha yang sukses secara ekonomi ditanah air sehingga pemahaman tentang dunia entrepreneur adalah mutlak .Menurut Dr.DaviK.Sukardi, pemahaman dan praktek kewirausahaan dapat meningkatkan nilai sumber daya manusia dan yang nantinya diharapkan bisa berkreasi secara mandiri artinya secara aktif dankreatif melakukan sesuatu untuk pengembangandiri.

Saya memang bukan seorang ahli atau seorang pengusaha tetapi sebagai penulis saya memiliki pemahaman bahwa penambahan matakuliah tentang entrepreneur akan menjadi fenomenal ketika Perguruan Tinggi sekarang berlomba untuk mencetak output yang sukses. Secara subjektif saya berpikiran bahwa pengelolah PerguruanTinggi sekarang terkesan memiliki paradigm menjadikan lembaga ini sebagai unit bisnis yang hanya mencari keuntungansaja,daripada mengubah pola piker atau idealism anakdidiknya agar bias mandiri dan kreatif melakukan sesuatu di masyarakat. Bukankah PendidikanTinggi haruslebih responsive terhadap perkembangan di era ini?
Selain itu mata kuliah ini memberikan pemahaman bahwa dunia lapangan kerja sekarang memiliki keterbatasan dalam merekrut tenaga kerja serta bagaimana sukses menjadi pengusaha. Menurut sosiolog yaitu David McCleiland,sedikitnyadibutuhkan minimal 2% wirausaha dari populasi penduduknya,atau dibutuhkan sekitar 4,8 jutawirausaha di Indonesia saatini. Sayangnya Negara kita hanya memiliki 0,18% pengusaha atau kurang 1% dari jumlah penduduk saat ini.

Kemampuan Beradaptasi
Menurut penelitian Charles Schriciber, keberhasilan seseorang ditentukan 15% dari pendidikan formalnya, sedangkan sisanya ditentukan 85% ditentukan oleh sikap mental atau kepribadian. Jelas bahwa  sikap mental seperti ini memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap peningkatan perekonomian seseorang, karena dengan memiliki mental yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tentu akan berdampak pula terhadap factor peningkatan ekonomi dan kepribadian sehingga pada akhirnya pemahaman tentang entrepreneur pada calon pemimpin masa depan dan bahwa kesuksesan dalam membangun perekonomian di butuhkan seberapa besar dia (PendidikanTinggi) mampu beradaptasi dengan perubahan.